Senin, 16 Juni 2014

Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan berasal dari fakta-fakta atau hubungan yang logis. Pada umumnya kesimpulan terdiri atas kesimpulan utama dan kesimpulan tambahan. Kesimpulan utama adalah yang berhubungan langsung dengan permasalahan. Dengan demikian, kesimpulan utama  harus  bertalian  dengan  pokok  permasalahan  dan  dilengkapi  oleh  bukti-bukti. Pada kesimpulan tambahan, tidak mengaitkan pada kesimpulan utama, tetapi tetap menunjukkan fakta-fakta yang mendasarinya. Dengan sendirinya, tidak dibenarkan menarik kesimpulan yang merupakan hal-hal baru, lebih-lebih jika dilakukan pada kesimpulan utama. Jika bermaksud menyertakan data atau informasi baru maka hendaknya dikonsentrasikan pada bab-bab uraian dan bukannya pada kesimpulan. Pendek kata, kesimpulan adalah berisi pembahasan tentang kesimpulan semata. Pada tulisan ilmiah  dari hasil penelitian yang memerlukan hipotesis, maka pada kesimpulan utamanya  harus dijelaskan apakah hipotesis yang diajukan memperlihatkan kebenaran atau tidak. Kesimpulan utama pada tulisan ilmiah dari hasil penelitian yang memerlukan hipotesis tidaklah sedetil kesimpulan yang terdapat pada bab analisis. Sebaliknya, pada tulisan ilmiah dari hasil penelitian yang tidak memerlukan hipotesis, maka kesimpulan merupakan uraian tentang jawaban penulis atas pertanyaan yang diajukan pada bab pendahuluan. (Endah dan proboyekti)
Bagian ini adalah bagian yang kadang ditampilkan dalam teks dan kadang pula dicantumkan secara tidak langsung pada bagian akhir dari Pembahasan. Patut diingat, bahwa yang disampaikan dalam bagian ini adalah kesimpulan yang diputuskan oleh peneliti setelah melihat hasil yang diperoleh dan pembahasan yang mempertimbangkan semua aspek yang terkait dengan apa yang ada dalam penelitian tersebut. Kesimpulan harus menjawab pertanyaan penelitian yang dinyatakan dalam sub-bab Pendahuluan. Saran mengikuti kesimpulan yang umumnya mengemukakan rekomondasi kepada pihak pengambil kebijakan dalam menanggulangi masalah yang diteliti serta saran untuk penelitian berikutnya. Kesimpulan dan saran disusun dalam beberapa kalimat dan umumnya hanya satu paragraf. (Universitas Hasanuddin, 2012)
 


Sumber :
http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/Abstrak-kesimp-saran.pdf

Metode Penelitian dan Metodologi Penelitian

Menurut Zainal (2007), Metode ialah kerangka kerja untuk melakukan suatu tindakan, atau suatu kerangka  berpikir  untuk  menyusun  suatu  gagasan  yang  terarah  dan  terkait dengan maksud dan tujuan. Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis.

Menurut Zainal (2007), Metodologi  merupakan  suatu  formula  dalam  penerapan  penelitian  dimana dalam melakukan penelitian tersebut terdapat langkah-langkah dan juga hasil penelitian. Metodologi dapat juga disebut sebagai penelitian yang sistematis, penelitian ilmiah, maupun penelitian yang didasarkan pada suatu teori yang ada. Metodologi penelitian bisa berupa pemahaman terhadap metode-metode penelitian dan pemahaman teknik- teknik penelitian. Langkah-langkah dalam metodologi penelitian sebaiknya disesuaikan dengan metode, prosedur, tools dan lain sebagainya. Hal ini berguna untuk membantu dalam memecahkan permasalahan yang ada dan juga membantu dalam menangani, mengontrol, dan mengevaluasi suatu proses riset/penelitian.

Menurut Zainal (2007), metode-metode yang digunakan dalam penelitian yaitu :
1.        Penetapan Masalah (State General Problem)
Ungkapkan sesuatu secara umum (ide). Bila kita ingin melakukan kegiatan penelitian ilmiah maka mulailah dengan  menetapkan masalah yang ingin kita angkat dalam suatu penelitian.
Penetapan permasalahan berisikan pernyataan yang bersifat umum terhadap permasalahan yang akan diamati. Misalnya bagaimana mengatasi pertumbuhan jumlah manusia   di   dunia   ini   yang   berlangsung   secara   eksponsial.   Pada   perumusan permasalahan harus ada statement yang dihancurkan sebagai general problemnya.
2.        Pencarian Literatur (Conduct Literature Search)
Untuk mendukung ide yang kita dapatkan, kita mesti mencari literatur yang terkait dengan ide. Baik berupa buku, artikel, majalah, jurnal dan lain sebagainya. Bahan- bahan yang kita dapatkan dari literatur ini berupa posisi relatif dari topik, ide, atau problem yang diteliti dan digambarkan dalam suatu kerangka penelitian, dimana nantinya kerangka tersebut akan memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan (knowladge).
Pada tahapan ini peneliti melakukan apa yang disebut dengan kajian pustaka, yaitu mempelajari buku-buku referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah dilakukan  oleh  orang  lain.  Tujuannya  ialah  untuk  mendapatkan  landasan  teori mengenai masalah yang akan diteliti. Teori merupakan pijakan bagi peneliti untuk memahami persoalan yang diteliti dengan benar dan sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah.
Daftar literatur yang dikumpulkan harus terkait dengan permasalahan. Literatur tersebut berupa berbagai teori, teknik, metode, temuan-temuan lainnya yang pernah digunakan oleh orang lain untuk mengatasi/menjawab permasalahan di atas. Selain itu, dalam mencari literatur perlu dilakukan analisa terhadap kelemahan, kelebihan, persamaan, perbedaan, dari berbagai teori, teknik, metode dari hasil rangkuman dan ringkasan dari literatur tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk menginterpretasikan penelitian  yang akan kita lakukan dibandingkan dengan penelitian terdahulu yang disajikan dalam konteks yang  berbeda.  Setelah  semua  bahan  terkumpul,  daftarkan  atau  cantumkan  semua literatur yang terkait dengan masalah (buat list-nya) pada bagian daftar pustaka.
3.        Membuat Desain penelitian (Design Methodology)
Desain penelitian berisikan pengetahuan, algoritma, metode, produk (sistem), model dan lain sebagainya. Dalam melakukan penelitian salah satu hal yang   penting ialah membuat desain penelitian. Secara garis besar ada dua macam tipe desain, yaitu desain ex post facto dan desain eskperimental. Faktor-faktor yang membedakan kedua desain ini ialah pada desain ex post facto tidak terjadi manipulasi varaibel bebas sedang pada desain yang eksperimental terdapat manipulasi variable bebas. Tujuan utama penggunaan desain yang ex post facto ialah bersifat eksplorasi dan deskriptif, sedang desain eksperimental bersifat eksplanatori (sebab akibat).
Untuk mencari jawaban dari specific problem, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain adalah dengan melakukan setting experiment. Selain itu juga harus dicari instrumen apa yang akan digunakan untuk membantu memecahkan permasalahan tersebut. Tentukan objek dan variabel yang akan diukur dengan jelas dan tepat. List langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan untuk menjawab masalah yang telah ditetapkan sebelumnya. Gunakan berbagai macam teknik, alat (tools), instrumen,  dan  sebagainya  yang  tepat  untuk  setiap  tahapan.  Tahapan  tersebut merupakan bagian dari metodologi yang nantinya akan dapat membedakan antara metodologi yang satu dengan metodologi lainnya.
4.        Pengumpulan Data (Gather Data)
Data ada bermacam-macam, data yang didapatkan dalam penelitian tidak hanya berupa angka-angka saja. Secara umum terdapat dua macam data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Namun ada juga data yang didapatkan denngan menggabungkan atau mengkombinasikan kedua data tersebut.
Kumpulkan data-data dalam bentuk tabel, grafik, gambar dan lain sebagainya Setiap penelitian harus ada data kuantitaif, data kualitatif serta data kombinasi. Bila perlu susun dan katagorisasikan data berdasarkan waktu, produktivitas, divisi dan sebagainya.
Banyak pilihan atau cara untuk menginterpretasikan dan menganalisis data. Analisis data dipilih sesuai dengan data yang kita dapatkan. Bila sampelnya respresentatif bisa digunakan uji-uji tertentu
5.        Analisa Data (Analyze Data)
Pengolahan data atau analisa data merupakan proses pra-analisa yang mempunyai tahapan-tahapan sebagai berikut:
a.         Editing data;
b.        Pengembangan variable;
c.         Pengkodean data;
d.        Cek kesalahan;
e.         Membuat struktur data;
f.         Cek preanalisa komputer;
g.        Tabulasi.
Interpretasikan hasil pengamatan atau hasil penelitian. Interpretasikan   data   yang   sebelum   melakukan   penelitian   dengan   data   sesudah melakukan  penelitian.  Misalnya  dalam  sebuah  organisasi  kinerjanya  meningkat. Uraikan  dengan  jelas  alasannya,  misalnya  karena  bisnis  prosesnya  sudah disederhanakan atau karena data yang terkumpul tingkat akurasinya tinggi, dan lain sebagainya.

 Hasibuan, A. Zainal. 2007. METODOLOGI PENELITIANPADA BIDANG KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI. Depok : Fasikom Universitas Indonesia

Rabu, 16 April 2014

Identifikasi Masalah, Merumuskan Masalah dan Hipotesis dari Masalah



1.      Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah

Masalah penelitian adalah suatu kondisi dimana terjadinya kesenjangan antara yang diharapkan dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Pada penelitian ini, identifikasi masalah dan memilih masalah perlu dilakukan yang nantinya dijadikan sebagai penelitian dan pembahasan dalam tugas akhir yang berjudul “ANALISIS INTERFERENSI FREKUENSI SINYAL ZIGBEE (PROTOKOL IEEE 802.15.4) TERHADAP FREKUENSI SINYAL WI-FI (PROTOKOL IEEE 802.11)”.
Dengan identifikasi dan memilih masalah, maka kedua variable tersebut akan dijadikan sebuah latar belakang dari judul tugas akhir ini.
Interferensi merupakan sinyal pengganggu yang tidak diinginkan dimana frekuensinya berdekatan atau sama dengan sinyal yang diinginkan serta berdaya besar. Interferensi adalah interaksi antar gelombang di dalam suatu area coverage. Interferensi dapat bersifat membangun dan merusak. Bersifat membangun jika beda fase kedua gelombang sama dengan 0 derajat, sehingga gelombang baru yang terbentuk adalah penjumlahan dari kedua gelombang tersebut. Bersifat merusak jika beda fasenya adalah 180 derajat, sehingga kedua gelombang saling menghilangkan. (Wikipedia, 2013). Interferensi merupakan salah satu hal yang secara alami muncul dalam penggunaan medium radio. Sehingga apabila tidak dirancang dengan baik, maka akan menimbulkan interferensi terhadap perangkat itu sendiri (inward interference) maupun perangkat lain (outward interference) (Virgono, 2009)
Wireless LAN / Wi-Fi (Wireless-Fidelity) adalah teknologi LAN yang menggantikan fungsi kabel dengan menggunakan frekuensi dan transmisi radio pada area tertentu sebagai media penghantarnya. Wireless LAN ini menggunakan frekuensi yang sudah digratiskan yaitu pada frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz. Standard Wireless LAN / Wi-Fi yang paling umum digunakan adalah standard 802.11b yang menggunkan operasi frekuensi band antara 2,4GHz – 2,4835GHz. (Virgono, 2009)
Pada teknologi komunikasi mengalami perkembangan  yang sangat maju dalam beberapa tahun terakhir ini. Beberapa standard yang dibuat untuk memenuhi berbagai keperluan dalam penggunaannya. Salah satu protocol yang banyak digunakan sekarang yaitu dari keluarga IEEE 802.15 yang membahas tentang jaringan terbatas (personal network) dan salah satunya protocol IEEE 802.15.4. Protokol IEEE 802.15.4 merupakan standar protocol komunikasi untuk jaringan terbatas, kecepatan rendah dan konsumsi daya sedikit (low-rate wireless personal area network) (Gutierrez, 2001). Zigbee merupakan protocol komunikasi hasil pengembangan lanjut dari standar IEEE 802.15.4. Zigbee ini mempunyai standard protokol IEEE 802.15.4 yang menggunakan operasi frekuensi band antara 2,405GHz – 2,480GHz (Gutierrez, 2006).
Pada frekuensi tersebut (Zigbee) hampir sama dengan frekuensi pada standard protokol Wireless LAN/Wi-Fi yang menggunakan operasi frekuensi band antara 2,4GHz – 2,4835GHz (Virgono, 2009).
Artinya standard frekuensi band kedua protocol tersebut mempunyai range frekuensi yang hampir sama. Dengan kata lain, apabila terdapat dua frekuensi yang sama atau kanal yang sama (co-channel) atau kanal yang saling berbekatan (adjacent channel) dalam suatu area coverage, maka akan timbul sebuah interferensi. Interferensi ini diduga akan berpengaruh pada performansi yaitu akan mengakibatkan penurunan performansi dari jaringan Wireless LAN maupun Zigbee (Virgono, 2009).
Jadi bisa dengan permasalahan tersebut, dapat dirumuskan sebagai berikut :
a.       Bagaaimana pengaruh interferensi sinyal wifi terhadap sinyal zigbee?
b.      Bagaimana nilai RSL (dBm) zigbee terhadap jarak wifi ketika terjadi interferensi?
c.    Bagaimana nilai throughput dan delay ketika sinyal zigbee mengalami interferensi dari sinyal wi-fi?

2.      Hipotesis

Dari identifikasi masalah diatas, maka ada hipotesis yang dapat dipakai sebagai acuan sementara yaitu :
a.       Pada kedua perangkat tersebut menggunakan frekuensi yang sama, tidak menutup kemungkinan akan terjadi sebuah interferensi apabila jaraknya berdekatan.
b.      Apabila terjadi interferensi, maka akan mempengaruhi performansi pada kedua perangkat tersebut, sehingga kualitas sinyalnya akan menurun, seperti nilai RSL, troughput dan delay.
c.       Jarak mempengaruhi nilai troughput dan delay. Semakin dekat jarak kedua perangkat, maka nilai troughput besar, nilai delay kecil. Semakin jauh jarak kedua perangkat, maka nilai troughput kecil, nilai delay besar.
d.      Semakin dekat jarak kedua perangkat tersebut, maka akan semakin besar pengaruh terhadap performansinya, jadi nilai RSLnya semakin kecil.
e.       Semakin jauh jarak kedua perangkat tersebut, maka akan semakin kecil pengaruh terhadap performansinya, jadi nilai RSLnya mendekati normal/biasa.

Rabu, 19 Maret 2014

Metodologi Penelitian (Langkah-langkah Penelitian pada Tugas Akhir yang Berjudul ANALISIS INTERFERENSI FREKUENSI SINYAL WI-FI (PROTOKOL IEEE 802.11) TERHADAP FREKUENSI SINYAL ZIGBEE (PROTOKOL IEEE 802.15.4)




Langkah-langkah penelitian

1. Mengidentifikasi, memilih dan merumuskan masalah

Masalah penelitian adalah suatu kondisi dimana terjadinya kesenjangan antara yang diharapkan dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Pada penelitian ini, identifikasi masalah dan memilih masalah perlu dan harus dilakukan yang nantinya dijadikan sebagai penelitian dan pembahasan dalam tugas akhir yang berjudul “ANALISIS INTERFERENSI FREKUENSI SINYAL ZIGBEE (PROTOKOL IEEE 802.15.4) TERHADAP FREKUENSI SINYAL WI-FI (PROTOKOL IEEE 802.11)”.
Dengan identifikasi dan memilih masalah, maka kedua variable tersebut akan dijadikan sebuah latar belakang dari judul tugas akhir ini.
Interferensi merupakan sinyal pengganggu yang tidak diinginkan dimana frekuensinya berdekatan atau sama dengan sinyal yang diinginkan serta berdaya besar. Interferensi adalah interaksi antar gelombang di dalam suatu area coverage. Interferensi dapat bersifat membangun dan merusak. Bersifat membangun jika beda fase kedua gelombang sama dengan 0 derajat, sehingga gelombang baru yang terbentuk adalah penjumlahan dari kedua gelombang tersebut. Bersifat merusak jika beda fasenya adalah 180 derajat, sehingga kedua gelombang saling menghilangkan. (Wikipedia, 2013). Interferensi merupakan salah satu hal yang secara alami muncul dalam penggunaan medium radio. Sehingga apabila tidak dirancang dengan baik, maka akan menimbulkan interferensi terhadap perangkat itu sendiri (inward interference) maupun perangkat lain (outward interference). Setiap channel memiliki rentang channel sebesar 22 MHz atau 0,022 GHz. Ini mengakibatkan signal dari sebuah channel masih akan dirasakan oleh channel lain yang bertetangga. Karena rentang frekuensi yang saling overlapping (menutupi) maka penggunaan channel yang berdekatan akan mengakibatkan gangguan interferensi. (Virgono, 2009)
Wireless LAN / Wi-Fi (Wireless-Fidelity) adalah teknologi LAN yang menggantikan fungsi kabel dengan menggunakan frekuensi dan transmisi radio pada area tertentu sebagai media penghantarnya. Wireless LAN ini menggunakan frekuensi yang sudah digratiskan yaitu pada frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz. Standard Wireless LAN / Wi-Fi yang paling umum digunakan adalah standard 802.11b yang menggunkan operasi frekuensi band antara 2,4GHz – 2,4835GHz. (Virgono, 2009)
Pada teknologi komunikasi mengalami perkembangan  yang sangat maju dalam beberapa tahun terakhir ini. Beberapa standard yang dibuat untuk memenuhi berbagai keperluan dalam penggunaannya. Salah satu protocol yang banyak digunakan sekarang yaitu dari keluarga IEEE 802.15 yang membahas tentang jaringan terbatas (personal network) dan salah satunya protocol IEEE 802.15.4. Protokol IEEE 802.15.4 merupakan standar protocol komunikasi untuk jaringan terbatas, kecepatan rendah dan konsumsi daya sedikit (low-rate wireless personal area network) (Gutierrez, 2001). Zigbee merupakan protocol komunikasi hasil pengembangan lanjut dari standar IEEE 802.15.4. Zigbee ini mempunyai standard protokol IEEE 802.15.4 yang menggunakan operasi frekuensi band antara 2,405GHz – 2,480GHz (Gutierrez, 2006).
Pada frekuensi tersebut (Zigbee) hampir sama dengan frekuensi pada standard protokol Wireless LAN/Wi-Fi yang menggunakan operasi frekuensi band antara 2,4GHz – 2,4835GHz (Virgono, 2009).
Artinya standard frekuensi band kedua protocol tersebut mempunyai range frekuensi yang hampir sama. Dengan kata lain, apabila terdapat dua frekuensi yang sama atau kanal yang sama (co-channel) atau kanal yang saling berbekatan (adjacent channel) dalam suatu area coverage, maka akan timbul sebuah interferensi. Interferensi ini diduga akan berpengaruh pada performansi yaitu akan mengakibatkan penurunan performansi dari jaringan Wireless LAN maupun Zigbee. Penyebab utama terjadinya interferensi adalah penggunaan kanal yang tidak teratur tanpa memperhatikan kanal-kanal yang saling overlap (Virgono, 2009).
Jadi bisa dengan permasalahan tersebut, dapat dirumuskan sebagai berikut :
a.       Bagaimana pengaruh interferensi sinyal wifi terhadap sinyal zigbee?
b.      Bagaimana nilai RSL (dBm) zigbee terhadap jarak wifi ketika terjadi interferensi?
c.       Bagaimana nilai throughput dan delay ketika sinyal zigbee mengalami interferensi dari sinyal wi-fi?